Al-Imam Hasan Al-Bashriy (wafat 116 H) Dan Maulidur Rasul

Al-Imam Hasan Al-Bashriy adalah salah satu ulama terkemuka generasi tabi’in (salafush shaleh), guru besar di kota Bashrah, Irak. Seorang alim yang terkemuka dari kaum Muslimin, seorang ahli fqih yang alim, ahli ibadah, seorang yang bertakwa, dan wira’i, dikenal dengan kefasihan lisannya, penjelasannya yang indah mengharukan, ahli hikmah, zuhud, dan yang luas ilmunya. Beliau pernah berjumpa sekitar 100 sahabat Nabi pada masa hidupnya.

Ayah beliau adalah orang yang mengabdi kepada Zaid bin Thabit Al-Anshariy radliyallahu ‘anh (زيد بن ثابت الأنصاريyaitu salah seorang sahabat Rasulullah, yang terkenal sebagai penulis wahyu Allah dan surat-surat Baginda Rasulullah. Sahabat Zaid bin Thabit Al-Anshariy wafat pada tahun 15 H dan anak beliau yang bernama Kharijah bin Zaid, menjadi salah satu generasi tabi’in besar dan merupakan satu diantara ulama-ulama fiqh Madinah pada masanya.

Sedangkan ibunda dari Al-Imam Hasan Al-Bahsriy bernama Khayrah (خَيْرَةُadalah pelayan kepada Ummu Salamah. Al-Imam Hasan Al-Bashriy dilahirkan pada 2 tahun terakhir sebelum wafatnya Amirul Mukminin Umar Al-Khattab.

Imam Hasan Al-Bashriy juga pernah memegang jabatan sebagai Qadhi di Bashrah pada tahun 102 H, namun beliau tidak mengambil upah dari jabatannya. Wafat pada tahun 116 H dalam usia 89 tahun.

Berikut adalah beberapa pendapat ulama mengenai Al-Imam Hasan Al-Bashriy,
قال محمد بن سعد كان الحسن -رحمه الله- جامعا، عالما، رفيعا، فقيها، ثقة، حجة، مأمونا، عابدا، ناسكا، كثير العلم، فصيحا، جميلا،
“Imam Muhammad bin Sa’ad (168 H) berkata, “Al-Hasan –rahimahullah- adalah orang yang suka melakukan shalat berjamaah, ‘alim, terhormat, ahli fikih, tsiqah (terpercaya), pandai berdebat (al-Hujjah), ahli ibadah, berperawakan sempurna, banyak ilmu, fasih berbicara dan tampan mempesona”.

وعن أبي بردة، قال: ما رأيت أحدا أشبه بأصحاب محمد -صلى الله عليه وسلم- منه
“dan dari Abu Burdah, dia berkata, “Aku belum pernah melihat seorang pun yang menyerupai para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam kecuali dia.”

حميد بن هلال: قال لنا أبو قتادة
الزموا هذا الشيخ، فما رأيت أحدا أشبه رأيا بعمر منه -يعني: الحسن
“dari Humaid bin Hilal, dia berkata, “Abu Qatadah telah berkata kepada kami, “Patuhilah (bergurulah dengan) orangtua ini, karena aku belum pernah melihat seorang pun yang menyerupai pendapat Umar bin al-Khaththab kecuali dia yakni Al-Hasan.”

وعن أنس بن مالك، قال: سلوا الحسن، فإنه حفظ ونسينا
“dan dari Anas bin Malik, berkata ; “bertanyalah kalian semua kepada Al-Hasan, sebab sesungguhnya di kuat hafalannya dan kami lupa”

وقال قتادة: كان الحسن من أعلم الناس بالحلال والحرام
“dan Qatadah berkata, “Al-Hasan termasuk orang yang paling tahu tentang halal dan haram”

قال هشام بن حسان: كان الحسن أشجع أهل زمانه
“Hisyam bin Hasan berkata, Al-Hasan adalah orang yang paling pandai pada masanya”

وقال أبو عمرو بن العلاء: ما رأيت أفصح من الحسن
“dan Abu Umar bin al-‘Ala’, aku tidak pernah melihat orang yang lebih fashih dari al-Hasan”

وقال السري بن يحيى: كان الحسن يصوم: البيض، وأشهر الحرم، والاثنين، والخميس
“dan As-Sariy bin Yahya, Al-Hasan sering berpuasa pada al-Bidl (13,13,15 pada bulan Qamariyah), pada asyhur al-hurum, dan setiap senin kami”
Tentang Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin,
قال الحسن البصري، قدس الله سره: وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا لانفقته على قراءة مولد الرسول
“Seandainya aku memiliki emas seumpama gunung Uhud, niscaya aku akan menafkahkannya (semuanya) kepada orang yang membacakan Maulid ar-Rasul”.
Demikianlah kalangan salafush shaleh memandang tentang peringatan Maulid Nabi, yang mana beliau menjelaskan tentang keutamaan dan keistimewaan peringatan Maulid Nabi, yang mana didalamnya dibacakan tentang Maulid Nabi. Al-Imam Hasan Al-Bashriy adalah orang yang menjadi rujukan, hingga Anas bin Malik pun mengajurkan agar jika ada persoalan hendaknya bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashriy.

InsyaAllah kita berada dalam kebenaran ketika memperingaati Maulid Nabi, sebab generasi salafush shaleh pun banyak telah menjelaskan keutamaannya.

Wallahu subhanahu wa ta’alaa a’lam
Referensi :
– Kitab Siyar A’lam An-Nubala, karangan Imam Adz-Dzahabiy, Muassasah Ar-Risalah.
– Kitab I’anatuth Thalibin, karangan Al-‘Allamah Asy-Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathiy, Terbitan Dar el-Firk, Beirut – Lebanon.

(Oleh : Ats-Tsauriy (Bangkalan)
http://www.facebook.com/note.php?note_id=378480030291

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s